MAKALAH PPN DAN PPNBM PDF

Latar Belakang Pajak merupakan kewajiban warga negara yang menunjukan peran serta dari seluruh masyarakat dalam pembiayaan pemerintah untuk menjalankan pemerintahan dan pembangunan. Pajak telah terbukti menjadi sumber utama dalam APBN Indonesia yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembiayaan pengeluaran negara yang bersumber dari pajak menunjukan adanya kemandirian bangsa untuk mencapai cita-cita luhur dalam Undang-Undang Dasar Pajak pada dasarnya merupakan peralihan sebagian kekayaan dari masyarakat kepada negara yang dimungkinkan oleh Undang-Undang Pajak. Peralihan kekayaan tersebut membuat pajak dipandang dari dua sisi yang berbeda. Bagi masyarakat seringkali pajak dinggap sebagai beban.

Author:Voodoozil Dusho
Country:Andorra
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):1 September 2004
Pages:78
PDF File Size:17.17 Mb
ePub File Size:15.35 Mb
ISBN:587-8-28348-119-5
Downloads:33640
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fenrilabar



Setiap jenis pajak juga tentu memiliki kriteria atau ciri-ciri khusus. Ciri-ciri ini ibarat karakter agar setiap orang bisa membedakan antara jenis pajak yang satu dan pajak lainnya. Pengetahuan tentang kriteria atau ciri-ciri pajak sangat penting dimiliki terutama bagi Pengusaha Kena Pajak PKP karena untuk bidang usaha biasanya berkaitan dengan banyak jenis pajak.

Nah, agar kekeliruan tersebut tidak terjadi pada Anda, berikut pembahasan tentang kriteria atau ciri-ciri lengkap dari kedua jenis pajak tersebut.

Pihak yang berkewajiban memungut, menyetor, dan melaporkan PPN ialah penjual atau produsen, tetapi pada akhirnya yang berkewajiban membayar pajak tersebut tetaplah konsumen akhir. PPnBM ini sendiri diberlakukan untuk menciptakan keseimbangan pembebanan pajak, mengendalikan pola konsumsi atas BKP, perlindungan pada produsen kecil, serta mengamankan penerimaan negara.

Perlu diketahui bahwa ada banyak jenis barang atau jasa yang dikenai PPN. Oleh karena itu untuk memudahkan, maka pembedanya bisa diketahui dari beberapa ciri barang atau jasa yang tidak dikenakan PPN tersebut. Berikut ini merupakan kriteria untuk barang yang tidak berkewajiban dikenakan PPN: Barang hasil pertambangan atau pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya Barang dan bahan kebutuhan pokok yang umum digunakan masyarakat banyak untuk kehidupan sehari-hari Makanan dan minuman yang disediakan di hotel, restoran, rumah makan, katering, dan sejenisnya.

Uang, surat berharga, dan emas batangan. Sedangkan untuk jasa, kriteria yang tidak terkena kewajiban PPN adalah jasa pelayanan sosial, pelayanan medis dan kesehatan, keuangan, keamanan, pengiriman surat berperangko, asuransi, keagamaan, pendidikan, seni dan hiburan, angkutan umum, tenaga kerja, perhotelan, penyiaran bukan iklan, penyedia tempat parkir, telepon umum dengan uang logam, pengiriman uang dengan wesel pos, katering atau boga, serta jasa yang disediakan pemerintah untuk keperluan umum.

Berikut kriteria atau ciri-ciri lengkap dari PPN tersebut. Ini artinya, pajak ini dibebankan kepada pembeli atau konsumen yang tidak akan menjual kembali barang yang sudah dibelinya. Pembayaran PPN dari konsumen akhir ini dilakukan melalui penambahan biaya beli dan nantinya akan disetorkan oleh produsen.

PPN Merupakan Pajak Tidak Langsung Pajak disebut tidak langsung karena pajak ini tidak disetorkan langsung oleh si pembayar dan penyetor dari pihak berbeda. PPN Merupakan Pajak Objektif PPN merupakan pajak objektif artinya bahwa pajak ini dinilai berdasarkan objek pajaknya barang atau jasa bukan subjek pajaknya pembayar. Jadi, siapapun yang membeli barang atau jasa kena pajak yang dimaksud, maka nilai pajaknya akan sama saja.

Sebagai contoh transaksi impor juga dikenai PPN karena konsumsi berada di dalam negeri. Ini artinya pajak ini akan bersifat regresif karena besar kecilnya nilai pajak sangat relatif antara satu orang dengan orang lainnya. Padahal PPN ini sendiri dikenakan pada setiap tahap produksi dan distribusi muali dari pabrik, pedagang besar, grosir, hingga ke pengecer.

Tidak bersifat pemungutan pajak ganda tersebut terjadi lantaran mekanismenya yang menggunakan sistem pengkreditan Pajak Keluaran dan Pajak Masukan. Misalnya pajak masukan didapat dari pembelian BKP sedangkan pajak keluaran dari penjualan jasa. Ketujuh kriteria atau ciri-ciri di atas menjadi karakter dasar dari PPN sehingga peran dan perhitungannya menjadi lebih jelas untuk bisa dipahami terutama Pengusaha Kena Pajak.

Hal ini berlaku untuk semua transaksi berkaitan barang mewah kecuali untuk ekspor. Lantas apa yang menjadi kriteria Barang Kena Pajak yang tergolong mewah? Berikut 4 kriteria barang yang terkena PPnBM. Selain itu bisa juga saat penyerahan BKP yang tergolong mewah yang dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak atau pabrikan yang membuatnya. Selain itu hal ini dilakukan sebagai upaya penerapan keadilan antara orang kaya dan miskin.

Itulah hal-hal yang menjadi kriteria dari PPnBM. Bisa terlihat bahwa PPnBM diberlakukan hanya untuk barang-barang tertentu saja.

Selain itu ciri-ciri yang dimilikinya jelas menjadi pembeda dasar antara PPnBM dengan PPN baik dari segi pemanfaatan maupun pelaksanaan. Baca juga.

DIURESIS ACUOSA Y OSMOTICA PDF

Makalah Pajak Pertambahan Nilai

Setiap jenis pajak juga tentu memiliki kriteria atau ciri-ciri khusus. Ciri-ciri ini ibarat karakter agar setiap orang bisa membedakan antara jenis pajak yang satu dan pajak lainnya. Pengetahuan tentang kriteria atau ciri-ciri pajak sangat penting dimiliki terutama bagi Pengusaha Kena Pajak PKP karena untuk bidang usaha biasanya berkaitan dengan banyak jenis pajak. Nah, agar kekeliruan tersebut tidak terjadi pada Anda, berikut pembahasan tentang kriteria atau ciri-ciri lengkap dari kedua jenis pajak tersebut. Pihak yang berkewajiban memungut, menyetor, dan melaporkan PPN ialah penjual atau produsen, tetapi pada akhirnya yang berkewajiban membayar pajak tersebut tetaplah konsumen akhir. PPnBM ini sendiri diberlakukan untuk menciptakan keseimbangan pembebanan pajak, mengendalikan pola konsumsi atas BKP, perlindungan pada produsen kecil, serta mengamankan penerimaan negara. Perlu diketahui bahwa ada banyak jenis barang atau jasa yang dikenai PPN.

JVC GC-XA1 ADIXXION MANUAL PDF

Makalah Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)

Pasir dan kerikil. Batu bara sebelum diproses menjadi briket batu bara. Bijih timah, bijih besi, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, bijih perak, dan bijih bauksit. Unsur-unsur yang harus dipenuhi untuk dapat dikenakan PPN adalah: 1. Penyerahan yang dikenakan PPN meliputi: 1. Tetapi untuk mencari nilai tambah tidak semudah diduga, bahkan sulit, karena antara barang yang dibeli tidak harus sama dengan barang yang dijual dan faktor lainnya.

Related Articles