ASKEP DYSPEPSIA PDF

Talley, M. Dyspeptic patients over 55 yr of age, or those with alarm features should undergo prompt esophagogastroduodenoscopy EGD. In all other patients, there are two approximately equivalent options: i test and treat for Helicobacter pylori H. The test-and-treat option is preferable in populations with a moderate to high prevalence of H.

Author:Zulut Jukree
Country:Haiti
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):7 August 2017
Pages:340
PDF File Size:7.63 Mb
ePub File Size:6.25 Mb
ISBN:621-9-87197-481-9
Downloads:81150
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nikolkis



Dispepsia non spesifik tidak ada gejala seperti kedua tipe di atas. Pembagian akut dan kronik berdasarkan atas jangka waktu tiga bulan. Pemeriksaan Diagnostik a. Serologi Helicobacer pylori. Urea breath test belum tersedia di Indonesia. Pengobatan dispepsia mengenal beberapa golongan obat, yaitu : a.

Campuran yang biasanya teradapat dalam antasid antara lain Na, Bicarbonat dan Mg Trisilat. Pemakaian obat ini sebaiknya jangan terus-menerus, sifatnya hanya simtomatis untuk mengurangi rasa nyaman. Pirenzepin juga memiliki efek sitoprotektif. Antagonis resepor H2. Golongan obat ini banyak digunakan untuk mengobati dispepsia organik atau esensial seperti tukak peptik.

Penghambat pompa asam. Golongan obat ini mengatur sekresi asam lambung pada stadium akhir dari proses sekresi asam lambung. Selain bersifat sitoprotektif, juga menekan sekresi asam lambung oleh sel parietal. Obat yang termasuk golongan ini, yaitu sisaprid, dompeidon, dan metoklopramid. Di dalam melaksanakan proses keperawatan, perawat harus mempunyai keterampilan khusus agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas, yaitu keterampilan intelektual, keterampilan teknikal, dan keterampilan interpersonal.

Pengkajian Pengkajian merupakan langkah awal dari proses asuhan keperawatan yang memberikan gambaran tentang kondisi klien yang nantinya dapat membantu dalam mengidentifikasikan status kesehatan klien, pola pertahanan klien, kekuatan dan kebutuhan klien serta penegakan diagnosa keperawatan.

Pengkajian meliputi tiga tahap utama, yaitu pengumpulan data, pengelompokkan atau pengorganisasian data, serta menganalisa dan merumuskan diagnosa keperawatan Gaffar, Observasi dilakukan dengan mengumpulkan data yang diperoleh melalui cara pengamatan tentang kondisi klien. Anamnese adalah cara pengumpulan data melalui tanya jawab dengan klien, keluarga, maupun dengan tim medis lain. Sedangkan pemeriksaan fisik adalah cara pengumpulan data melalui inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi.

Menurut Tucker, pengkajian pada klien dengan Dyspepsia adalah sebagai berikut : a. Riwayat kesehatan masa lalu Sering nyeri pada daerah epigastrium, adanya stres psikologis dan riwayat mengkonsumsi alkohol.

Riwayat kesehatan keluarga Adakah anggota keluarga yang lain yang juga pernah menderita penyakit yang sama. Aspek psikososial Keadaan emosional, hubungan dengan teman, keluarga, kerabat, dan adanya stresor yang sedang dialami klien. Aspek ekonomi Jenis pekerjaan dan jadwal kerja, jarak tempat kerja dengan tempat tinggal.

Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan dibuat setelah dilakukan analisa dari data-data yang terkumpul. Diagnosa keperawatan memberikan dasar-dasar pemilihan intervensi untuk mencapai hasil yang menjadi tanggung gugat perawat Carpenito, Pada klien dengan Dyspepsia ditemukan tiga masalah keperawatan Tucker dan Carpenito, , yaitu : a. Nyeri berhubungan dengan iritasi dan diserupsi mukosa lambung.

Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang perawatan rumah dan status nutrisi. Rencana Keperawatan Rencana keperawatan merupakan langkah ketiga dalam proses keperawatan. Setelah merumuskan diagnosa keperawatan, maka perlu adanya suatu perencanaan intervensi yang dipandang sebagai inti atau pokok dari suatu proses keperawatan yang nantinya memberikan arah bagi kegiatan keperawatan. Menurut Marilyn E, , rencana keperawatan pada diagnosa diatas adalah sebagai berikut : a.

Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi secara optimal dalam waktu 2x24 jam. Buat jadwal teratur setelah pulang. Peningkatan motilitas usus dan menambah nafsu makan klien. Selidiki ketidaksesuaian antara petunjuk verbal dan non-verbal. Evaluasi tipe antasida dalam gambaran kesehatan total, mis : pembatasan Na. Pengetahuan tentang penyakit membantu untuk memahami kebutuhan terhadap terapi.

Pelaksanaan Tindakan keperawatan atau implementasi merupakan pelaksanaan perencanaan oleh perawat dan klien. Dalam melakukan tindakan harus sesuai dengan rencana setelah dilakukan validasi penguasaan keterampilan interpersonal, intelektual dan teknikal, intervensi harus dilakukan dengan cermat dan efisien pada situasi yang tepat, keamanan fisik dan psikologi dilindungi dan dokumentasi berupa pencatatan dan pelaporan Gafar La Ode Jumadi.

Ada tiga fase implementasi keperawatan, yaitu : a. Fase persiapan, meliputi pengetahuan tentang rencana, validasi rencana, pengetahuan dan keterampilan mengimplementasikan rencana, persiapan klien dan lingkungan. Fase operasional, merupakan puncak implementasi dengan berorientasi pada tujuan. Implementasi dapat dilakukan dengan intervensi independen, dependen atau interdependen. Fase terminasi, merupakan terminasi perawat dengan klien setelah implementasi dilakukan.

Intervensi harus dilakukan dengan cermat dan efisien pada situasi yang tepat, kemampuan fisik, psikologis dilindungi dan didokumentasi keperawatan berupa pencatatan dan pelaporan. Evaluasi Fase akhir dari proses keperawatan adalah evaluasi terhadap asuhan keperawatan yang diberikan.

Hal-hal yang dievaluasi adalah keakuratan, kelengkapan, dan kualitas data, teratasi atau tidaknya masalah klien, serta pencapaian tujuan serta ketepatan intervensi keperawatan. Tujuan evaluasi adalah untuk memberikan umpan balik rencana keperawatan, menilai dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan melalui perbandingan pelayanan keperawatan yang diberikan serta hasilnya dengan standar yang telah ditentukan terlebih dahulu.

Kemudahan atau kesulitan evaluasi dipengaruhi oleh kejelasan tujuan dan bisa tidaknya tujuan tersebut diukur. Di samping evaluasi yang dilakukan oleh perawat yang bertanggung jawab pada klien dapat dinilai juga oleh klien sendiri, teman kerja perawat dan pimpinan administrasi. Evaluasi tanggung gugat pelayanan keperawatan serta menentukan tindakan yang efektif dan tidak efektif.

Posted by.

LE STRUTTURE DELLA SINTASSI CHOMSKY PDF

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DISPEPSIA

PCR Plymerase chain reaction , hanya dalam rangka penelitian Mansjoer, A edisi III, Berbagai macam penyakit dapat menimbulkan keluhan yang sama, seperti halnya pada sindrom dispepsia, oleh karena dispepsia hanya merupakan kumpulan gejala dan penyakit disaluran pencernaan, maka perlu dipastikan penyakitnya. Untuk memastikan penyakitnya, maka perlu dilakukan beberapa pemeriksaan, selain pengamatan jasmani, juga perlu diperiksa : laboratorium, radiologis, endoskopi, USG, dan lain-lain. Laboratorium Pemeriksaan laboratorium perlu dilakukan lebih banyak ditekankan untuk menyingkirkan penyebab organik lainnya seperti: pankreatitis kronik, diabets mellitus, dan lainnya. Pada dispepsia fungsional biasanya hasil laboratorium dalam batas normal. Radiologis Pemeriksaan radiologis banyak menunjang dignosis suatu penyakit di saluran makan.

BRAHMS DIE MEERE PDF

LAPORAN PENDAHULUAN DISPEPSIA

Rasa panas di dada dan perut h. Regurgitasi keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba 6. Patofisiologi Perubahan pola makan yang tidak teratur, obat-obatan yang tidak jelas, zat-zat seperti nikotin dan alkohol serta adanya kondisi kejiwaan stres, pemasukan makanan menjadi kurang sehingga lambung akan kosong, kekosongan lambung dapat mengakibatkan erosi pada lambung akibat gesekan antara dinding-dinding lambung, kondisi demikian dapat mengakibatkan peningkatan produksi HCL yang akan merangsang terjadinya kondisi asam pada lambung, sehingga rangsangan di medulla oblongata membawa impuls muntah sehingga intake tidak adekuat baik makanan maupun cairan. Pencegahan Pola makan yang normal dan teratur, pilih makanan yang seimbang dengan kebutuhan dan jadwal makan yang teratur, sebaiknya tidak mengkomsumsi makanan yang berkadar asam tinggi, cabai, alkohol, dan pantang rokok, bila harus makan obat karena sesuatu penyakit, misalnya sakit kepala, gunakan obat secara wajar dan tidak mengganggu fungsi lambung.

IPTABLES OSKAR ANDREASSON PDF

dyspepsia.pdf

Latar belakang Angka harapan hidup di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat. Hal itu berdampak pada meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia lansia dibanding jumlah penduduk secara keseluruhan. Penurunan fungsi tubuh akan menurun seiring bertambahnya umur seseorang. Hal itu membuat lansia sangat identik dengan menurunnya daya tahan tubuh dan mengalami berbagai macam penyakit. Beberapa perubahan dapat terjadi pada saluran cerna atas akibat proses penuaan, terutama pada ketahanan mukosa lambung. Penurunan tersebut akan membuat lansia rentan menderita penyakit.

CONFESIONES DE UNA SOLTERA ATREVIDA LIBRO PDF

Keterangan: Penyebab Dispepsia d. Berbagai usaha telah dicoba untuk menerangkan korelasi yang ada antara keluhan dengan sedikitnya temuan kelainan yang ada secara konvensional. Diet dan Lingkungan Berbagai jenis makanan dilaporkan oleh pasien sebagai hal yang mencetuskan serangan, antara lain: buah-buahan, asinan, kopi, alcohol, makanan berlemak, dll. Tetapi pada penelitian sulit dibuktikan bahwa factor itu berlaku untuk setiap orang. Sekresi Cairan Asam Lambung Sekresi asam lambung basal maupun puncak pada pasien dyspepsia fungsional tidak berbeda bermakna dengan populasi normal. Diduga adanya peningkatan sensitivitas mukosa lambung terhadap asam yang menimbulkan rasa tidak enak di perut.

Related Articles