INKONTINENSIA ALVI PDF

Keshura Sumitro Padx PutraS. Pada saat istirahat, sudut anorektal adalah sekitar 90 derajat, saat berkontraksi secara volunter sudut tersebut menjadi lebih kecil, sekitar 70 derajat, dan saat defekasi menjadi lebih tumpul, sekitar derajat. Dinding rektum mengembung untuk menampung feces selama feces masuk rektum dan ini mengurangi peningkatan tekanan. Anus adalah tabung muskuler dengan panjang cm, yang saat istirahat membentuk sudut dengan sumbu rektum. Saraf utama adalah saraf pudendus, yang berasal dari saraf sakral kedua, ketiga, dan keempat dan menginervasi sfingter ani eksterna, mukosa ani, dan dinding anorektal.

Author:Vudogul Daishura
Country:Cyprus
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):15 April 2017
Pages:271
PDF File Size:7.66 Mb
ePub File Size:8.35 Mb
ISBN:601-3-44048-465-1
Downloads:10600
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Akinogore



Beberapa penyebab inkontinensia tinja, antara lain: Diare, yang mengakibatkan tinja lebih berair, sehingga memperburuk inkontinensia tinja.

Kerusakan saraf pengendali sfingter anus, yang dapat diakibatkan oleh persalinan, peregangan berlebihan saat buang air, atau cedera saraf tulang belakang.

Kerusakan sfingter anus, yaitu cincin otot yang terletak di ujung lubang anus, yang dapat diakibatkan oleh episiotomi atau prosedur pembedahan vagina yang dilakukan setelah persalinan normal. Keterbatasan ruang pada rektum untuk menampung kotoran, akibat adanya jaringan parut pada dinding rektum, sehingga fleksibilitas rektum berkurang.

Kondisi medis yang menyebabkan kerusakan fungsi saraf, seperti diabetes, multiple sclerosis, stroke, demensia, atau penyakit Alzheimer, sehingga menyebabkan inkontinensia tinja. Konstipasi kronis, yang mengakibatkan kotoran mengeras, sehingga sulit bergerak melewati rektum serta menyebabkan kerusakan saraf dan otot. Penggunaan obat pencahar dalam jangka panjang. Rectal prolapse, yaitu kondisi ketika rektum turun hingga ke anus. Rectocele, yaitu kondisi ketika rektum menonjol ke luar hingga area vagina wanita.

Tindakan pembedahan, seperti prosedur bedah pada hemoroid atau kondisi lain yang berkaitan dengan anus atau rektum, berisiko mengakibatkan kerusakan saraf. Beberapa faktor risiko inkontinensia tinja, antara lain: Orang lanjut usia di atas 65 tahun. Wanita yang menjalani metode kelahiran normal. Diagnosis Inkontinensia Alvi Dokter akan mendiagnosis inkontinensia tinja dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti: Kultur tinja, yaitu prosedur pemeriksaan laboratorium melalui sampel tinja, untuk mendeteksi adanya infeksi penyebab diare dan inkontinensia.

Barium enema, yaitu pemeriksaan dengan menggunakan foto Rontgen dan cairan barium untuk memeriksa saluran pencernaan bagian bawah. Elektromiografi EMG , untuk memeriksa fungsi dan koordinasi otot dan saraf di sekitar anus dan rektum. Kolonoskopi, untuk memeriksa seluruh bagian usus menggunakan selang fleksibel berkamera yang dimasukkan melalui anus. MRI, untuk memperoleh gambar detail kondisi sfingter anus dan otot anus. Fraktografi, yaitu pemeriksaan untuk mengukur banyaknya kotoran yang dapat dikeluarkan tubuh dan mengukur kekuatan rektum dalam menahan kotoran agar tidak merembes.

USG anorektal, yaitu pemeriksaan struktur sfingter anus dengan menggunakan instrumen menyerupai tongkat yang dimasukkan ke dalam anus dan rektum. Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan, antara lain: Berolahraga secara teratur. Menggunakan pakaian dalam berbahan katun untuk mencegah iritasi. Menghindari mengejan saat buang air besar. Menghindari penyebab diare dengan menjaga kebersihan tangan sebelum dan setelah makan, serta kebersihan makanan yang dikonsumsi.

Mengonsumsi makanan tinggi serat dan memperbanyak minum cairan untuk mengurangi risiko konstipasi. Pengobatan Inkontinensia Alvi Penanganan inkontinensia tinja dapat dengan metode non-operasi dan operasi, yaitu dengan: Pengobatan non-operasi, meliputi konsumsi obat-obatan di bawah pengawasan dokter, perubahan diet, konsumsi banyak air putih, pengaturan rutinitas buang air besar untuk melatih usus, dan sebagainya.

Operasi atau prosedur invasif minimal, yang akan dilakukan jika inkontinensia tidak dapat diobati dengan metode non-operasi. Beberapa komplikasi yang dapat diakibatkan oleh inkontinensia tinja, antara lain: Gangguan emosional, akibat rasa malu, frustrasi, dan depresi. Iritasi serta infeksi kulit, akibat kontak berulang dengan tinja. Kapan Harus ke Dokter? Jika mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan sebelumnya secara terus-menerus dan tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisilimu di sini.

ATKINS PRINCIPI DI CHIMICA PDF

4 Gejala Inkontinensia Alvi yang Perlu Diketahui

Pengobatan Pengertian Inkontinensia Alvi Inkontinensia alvi dikenal juga dengan nama inkontinensia feses. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan ketidakmampuan seseorang dalam mengontrol BAB buang air besar , sehingga feses atau kotoran keluar secara tidak terduga dari rektum. Inkontinensia alvi dapat berupa keluarnya feses dalam bentuk padat maupun cair. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada lansia dan wanita. Keluhannya pun cukup beragam, dari pengeluaran feses sesekali dalam jumlah sedikit saat buang angin hingga hilangnya kemampuan mengontrol BAB secara total.

GOGOS GUNAR GEDEON PDF

Inkontinensia Alvi

Jika inkontinensia urine terjadi akibat kelainan inflamasi sistitis , mungkin sifatnya hanya sementara. Namun , jika kejadian ini timbul karena kelainan neurologis yang serius paraplegia , kemungkinan besar bersifat permanen. Bruner and suddart, Inkontinenensia urine adalah pengeluaran urin tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi yang cukup sehingga mengakibatkan masalah gangguan kesehatan dan atau sosial. Variasi dari inkontinensia urin meliputi keluar hanya beberapa tetes urin saja, sampai benar-benar banyak, bahkan terkadang juga disertai inkontinensia alvi disertai pengeluaran feses.

Related Articles